Mengingat kenangan masa lalu ketika di Bulan Ramadhan 5 tahun yang lalu, pada saat itu saya masih duduk di SMA tepatnya di MAN 1 Yogyakarta dan kebetulan saya numpang di rumah paman saya di gamping sleman karena jika di laju perjalanan antara rumah saya Di Gunungkidul jauh dengan sekolah saya toh pada waktu itu saya belum bisa naik motor ("Anak SMA belum bisa naik motor apa kata dunia") nah langsung saja kecerita yang membuat saya terenung hingga saat ini.
nah pada saat itu ketika sehabis sholat Tarawih pasti di masjid selalu di adakan Darusan alias semak Al-Qur'an dan ketika itu gak satu pun dari jam'ah darusan yang masih muda "di kelompok cowok 'kecuali saya' hehe agak gimana gitu" karena di bagi dua kelompok yaitu kelompok perempuan dan laki-laki, maka saya hanya bisa melihat muka-muka tua yang menginginkan surga "semoga mereka mendapat yang didambakan" AMIN singkat cerita malam pun makin larut dan diakhir Darusan pasti ada suguhan makanan ringan "ini yang saya tunggu-tunggu heheh", ketika kami asik makan tiba-tiba paman saya berkata dengan lantang yang kira-kira beliau berkata seperti ini " Masuk Surga itu mudah" wah lalu dengan pekataan yang seperti itu pun semua sepontan melihat ke paman saya yang bernama Zainudin Duli (Asli Flores ke jogja modal nekat dan tekat untuk bersekolah), wah-wah kata yang penuh kontroversi menurut saya bagaimana tidak sesuai definisi saya bahwa masuk surga itu tidak mudah dengan ketentuan dan proyeksi amalan yang telah di tuntunkan dalam Al-Qur'an
kemali ke cerita dengan kata-kata tadipun semua langsung ada tanda tanya besar di dalam hati, lalu seorang imam yang kebetulan sering dipanggil paman saya dengan sebutan pak Haji "memang beliau telah haji" beliau dengan segera mendefinisikan cara masuk surga tapi belum selesai dengan definisinya paman saya menyehut dengan lantang "Masuk surga kok repot" dengan logat yang keras dan sedikit lucu, wah lagi lagi beliau menggunakan kata-kata kontrofersial.
lalu pak haji pun bertanya pada paman saya, lalu bagaimana caranya masuk surga, jawab paman saya dengan enteng "Masuk saja dengan kaki kanan" seketika itu pula ruangan masjid penuh dengan tawa.